Senin, 05 November 2012

Mengatur Keuangan Bagi PNS

Beberapa teman saya yang saat ini bekerja sebagai pengabdi negara mengeluhkan soal pendapatannya yang selalu habis pada hari kesepuluh dari tanggal gajian. “Gaji saya kecil, Ki”, “ah kalau swasta mah enak, gede gajinya,” itu kata-kata yang umum dilontarkan.


Tapi apa benar PNS gajinya kecil? Mungkin gaji pokoknya kecil, tapi proyek A, B, C, dan rapat-rapat D, E, F, dinas luar itu kan gaji juga. Kalau dihitung-hitung, besar lho! Ini saya ketahui karena PNS adalah pekerjaan dominan keluarga besar saya di beragam Kementrian. Suami saya juga PNS, jadi saya tahu persis berapa sebenarnya total pendapatan seorang PNS per bulan.

Seorang teman baik saya pernah saya hitungkan zakat profesinya dari total pendapatan setahun, dan ternyata dia sendiri juga kaget dengan pendapatan sesungguhnya yang ia terima.

Memang, kesulitan terbesar dari sistem penggajian PNS ini adalah pendapatan yang jumlahnya tidak tetap. Ini yang menyebabkan terbentuk "mental gaji sedikit" dan kalap belanja begitu mendapatkan amplop hasil kerja. 

Ada beberapa trik khusus untuk pengelolaan keuangan PNS yang saya terapkan sendiri dalam keuangan keluarga saya:


1. Catat. 
Catatlah semua pendapatan yang diterima, tanggal per tanggal, sebab penting untuk menghitung jumlah totalnya. Bagi yang muslim, catatan pendapatan juga penting untuk menghitung zakat profesi yang wajib dikeluarkan setiap tahunnya. Begitu juga dengan pengeluaran. Lakukan pencatatan pendapatan serta pengeluaran dengan rutin agar dapat menjadi patokan alokasi bulan selanjutnya.

2. Alokasi.
Alokasikan dari awal, berapa kebutuhan operasional keluarga. Kebutuhan operasional keluarga yang sifatnya rutin setiap bulan diambil dari gaji pokok + tunjangan (jika ada).

3. Persentase.
Tetapkan persentase penerimaan pendapatan lain-lain yang tidak tetap secara tanggal dan jumlah. Misalnya, setiap kali menerima pendapatan hasil rapat, maka sisihkan 2,5% untuk zakat profesi, 10% untuk dana senang-senang atau jajan, serta juga dapat dipergunakan untuk menambal kebutuhan bulanan yang kurang. Lalu 87,5% gunakan untuk investasi tujuan finansial seperti: membeli rumah dan dana pendidikan anak.

4. Tujuan keuangan.
Pastikan anda memiliki tujuan finansial. Untuk mendapatkan ide mengenai tujuan finansial Anda, silakan buka www.qmfinancial.com

Jika langkah 1 sampai 4 anda lakukan dengan baik, saya jamin Anda akan lebih nyaman mengelola pemasukan tidak tetap yang biasa dialami PNS.

Selamat menikmati pendapatan yang lebih teratur!


Kaukabus| QM Planner
www.qmfinancial.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih tulisannya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...